[INDONESIA] Mengapa Kakimu Harus Selebar Itu?

Dalam sholat berjamaah ada hikmah yang dapat diambil oleh kita.

Salah satunya adalah memperkuat silaturahim dan juga persatuan di antara umat Islam. Tunduk pada perintah pemimpin.  Makmum tidak boleh bergerak mendahului atau berbeda dengan Imam sholat.

Banyak juga ustadz mengatakan bahwa sholat berjamaah adalah bentuk demokrasi dalam Islam. Misalnya dalam memilih Imam, maka yang dipilih adalah yang punya bacaan fasih dan jelas. Meskipun dia masih berusia muda.  Tempat sholatnya tidak dipisahkan antara orang miskin dengan orang kaya ataupun pejabat.

Tentu masih banyak lagi hikmah yang dapat dipetik dari sholat berjamaah.

Namun ada hal yang sering kali saya lihat hilang di perilaku jamaah sholat, yaitu rasa peduli kepada jamaah di sekitarnya. Mereka seolah-olah menjadi pribadi yang egois yang hanya memikirkan kepentingannya sendiri tanpa peduli akibatnya kepada jamaah di sekitarnya.

Seperti pengalaman saya di Masjid Nurullah Kalibata City.  Alhamdulillah di masjid ini sering diadakan pengajian ataupun majelis taklim, bahkan hampir setiap malam. Akibatnya jamaahnya punya pengetahuan agama yang banyak.  Jamaah di masjid ini tahu pahala sholat jamaah di shaft pertama, sehingga banyak yang berebutan sholat jamaah di shaft pertama.

Suatu kali, saya sudah dapat shaft paling depan, duduk menunggu iqomat.  Ketika iqomat itulah datang beberapa orang dari belakang yang ingin masuk di shaft pertama. Ada yang berhasil masuk ada juga yang kesulitan masuk. Saya dan jamaah di sebelah kiri saya (sebut saja si A) memberi ruang agar orang dari shaft kedua dapat masuk ke shaft pertama di antara kita.  Rupanya si A yang berusaha bergeser ke kiri tadi juga terdesak oleh jamaah di sebelah kiri si A. Sehingga si A harus berdiri dengan menyempitkan lebar kakinya. Demikian juga saya, setelah memberi ruang kepada orang yang baru datang, saya juga terdesak oleh jamaah dari sebelah kanan saya, sehingga saya juga menyempitkan lebar kaki saya. Saya ingin memperlebar sedikit kaki saya ke sebelah kiri (ke arah orang yang datang dan saya beri ruang tadi).

Tapi yang terjadi adalah seolah-olah kaki orang tersebut sudah terpaku ke lantai. Dia tidak mau bergeser lagi untuk memberi ruang kepada saya dan si A. Jadi kondisinya adalah saya dan si A berdiri dengan kaki yang sedikit sempit, sedangkan orang yang saya dan si A beri ruang tadi dengan santainya berdiri dengan kaki yang lebar, bahkan dibandingkan dengan jamaah yang lain kaki dia paling lebar. Padahal orang yang baru datang ini tidak setinggi saya dan si A.

Ini ironis sekali.  Kami memberi ruang ketika orang ini mau masuk ke shaft pertama, tapi orang ini tidak mau memperkecil lebar kakinya ketika saya dan si A berusaha menggeser kaki ke arahnya.

Menurut saya, sholat jamaah itu adalah ajang bersosialisasi, ajang melatih empati dan melatih cara kita bersikap ke jamaah yang lain.

Kasus yang juga banyak terjadi adalah ketika sholat jamaah, ada juga yang membaca suratnya meskipun berbisik tetapi masih jelas terdengar oleh jamaah di sekitarnya.  Ini juga mengganggu konsentrasi jamaah yang lain.  Seharusnya ini juga disadari oleh jamaah sholat yang hampir setiap hari ikut pengajian di masjid tersebut.

Berusaha khusyu’ itu bagus, tapi jangan sampai usaha kita untuk khusyu’ justru mengganggu kekhusyu’an jamaah di sekitar kita.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s