[INDONESIA] Gangguan Bunyi HP Saat Sholat Jamaah

Kali ini saya menyoroti tentang perilaku jamaah sholat.  Seharusnya dalam sholat kita juga harus memperhatikan jamaah lainnya. Jangan sampai ada tindakan kita yang mengganggu jamaah lainnya di masjid.

Misalnya :

Bila HP kita berbunyi (lupa dimatikan / disilent), SEHARUSNYA kita langsung matikan HP.  Karena suara HP tersebut akan membuyarkan konsentrasi jamaah yang lain.  Paling tidak jamaah akan nggerundel dalam hati “Suara HP siapa sih ini, ganggu banget”.  Atau “Kok gak segera dimatikan sih HP nya”.  Nggerundelnya jamaah tersebut menunjukkan mereka terganggu konsentrasi sholatnya.

Jangan ragu untuk segera mematikan HP kita yang sedang berbunyi, karena menurut seorang ustad bahwa mematikan HP yang sedang berbunyi ketika sholat tidak membatalkan sholat.

Banyak juga dari kita yang merasa tidak perlu mematikan HP yang sedang bunyi karena itu tidak akan mengganggu kekhusyu’an sholatnya.  Please deh… Tolong juga pikirkan kekhusyu’an jamaah yang lain dong. Itu namanya egois / memikirkan diri sendiri.

Atau kita harus berpikir seperti ini : Mengganggu konsentrasi semua jamaah satu masjid dosanya lebih besar daripada bila kita sendiri yang terganggu sholat nya (untuk sekadar mematikan HP).

Selain saat sholat, bunyi HP saat dzikir setelah sholat juga sangat mengganggu.  Saya pernah mengalaminya saat Sholat Dhuhur di Masjid Sunan Kudus. Saat itu setelah sholat jamaah selesai dan Imam memimpin dzikir dan doa bersama, tiba-tiba terdengar dering suara HP.  Lalu terdengar suara orang berbicara di HP.  Bicara tentang pekerjaan. Apalagi suara si penerima telepon ini cukup keras dan dapat didengar oleh semua jamaah di masjid tersebut.  Celakanya dia berbicara di telepon cukup lama. Hal ini sangat menggangggu konsentrasi saya pribadi yang sedang berdoa. Saya kira banyak juga jamaah lain yang terganggu.

Dalam kasus seperti ini sebaiknya kita matikan HP tersebut dan melanjutkan berdzikir atau berdoa.

Atau kita jawab dengan “maaf saya sedang di masjid” lalu segera matikan HP tersebut dan melanjutkan berdzikir.  Selesai berdzikir dan berdoa kita telepon balik orang yang menghubungi kita tadi.

Atau kita terima telepon tersebut lalu berjalan menuju ke luar masjid dan melanjutkan obrolan di luar masjid.

Sekali lagi perhatikan jamaah lainnya, karena mereka juga berhak untuk mendapatkan ketenangan dalam beribadah.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s