(RUSSIA) Keunikan Sholat Jumat di Masjid Katedral Moscow

Suasana di dalam Masjid Temporer Katedral / Sabornaya. (foto : dokumen pribadi)
Suasana di dalam Masjid Temporer Katedral / Sabornaya. (foto : dokumen pribadi)

Hal unik yang lain adalah ketika Sholat Jumat selesai, sebagian besar jamaah Masjid Sabornaya langsung berdiri dan beranjak pergi meninggalkan masjid / halaman masjid.  Tapi begitu jamaah mendengar Imam Sholat berdoa, jamaah yang tadinya telah berdiri dan berjalan keluar mereka serentak duduk berjongkok dan menengadahkan tangan untuk berdoa / mengamini doa Imam tersebut.

Beberapa tahun lalu, saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Moscow.  Ketika ada kesempatan untuk melakukan Sholat Jumat di Moscow, hal tersebut tidak saya lewatkan.   Mengapa? Karena saya tertarik dengan berita dan foto di internet yang menunjukkan bahwa jamaah Sholat Jumat di Masjid Katedral Moscow meluber sampai ke jalan raya.  Sebenarnya nama masjid ini adalah Masjid Sabornaya.  Namun warga Moscow menyebut masjid sebagai katedralnya umat muslim.  Oleh karena itu masjid ini lebih dikenal warga sebagai Masjid Katedral.  Ketika melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Katedral (Masjid Sabornaya), masjid terbesar di Moscow, saya melihat hal-hal yang unik bin ajaib serta menarik.  Antara lain :

Saat itu Masjid Sabornaya sedang direnovasi. Sehingga dibangunlah “masjid sementara” dari kayu / kontainer yang menyerupai rumah panggung di halaman masjid.  “Masjid sementara” ini berdaya tampung sedikit, sehingga mengakibatkan jamaah meluber ke halaman masjid.  Posisi “masjid sementara” ke kiblat adalah menghadap jalan raya.  Di antara “masjid sementara” dan jalan raya tersebut terdapat halaman.  Akibatnya banyak jamaah yang menggelar sajadah / koran di halaman antara di masjid dan jalan raya tersebut.   Artinya posisi jamaah di halaman berada di depan Imam Sholat yang ada di dalam masjid.  Kalau dihitung ada sekitar 7 shaf yang posisinya di depan Iman Sholat.  Bagaimana ini? Apakah Sholat Jumat mereka sah? 🙂  Wallahu”alam.

Posisi jamaah Sholat Jumat di depan Imam di dalam masjid. (foto : dokumen pribadi)
Posisi jamaah Sholat Jumat di depan Imam yang ada di dalam masjid. Bangunan di belakang jamaah adalah masjid temporer Sabornaya. (foto : dokumen pribadi)

Hal unik berikutnya adalah para Jamaah menggelar sajadah / koran di halaman dan mereka menaruh sepatunya (tidak ada yang pakai sandal, karena cuaca yang dingin) di bagian atas sajadah / koran mereka. Bahkan ada sepatu yang menyentuh bagian atas sajadah.  Hal ini menyebabkan ketika sujud, kepala mereka pasti mengenai sepatu mereka.  Saya tidak yakin bila sepatu mereka itu suci.  Karena ketika ke toilet pun mereka pasti masih mengenakan sepatu tersebut. Bagaimana bila rambut mereka menyentuh najis yang terdapat di sepatu mereka.  Tapi tampaknya mereka cuek-cuek saja.

Hal unik yang lain adalah ketika Sholat Jumat selesai, sebagian besar jamaah Masjid Sabornaya langsung berdiri dan beranjak pergi meninggalkan masjid / halaman masjid.  Tapi begitu jamaah mendengar Imam Sholat berdoa, sebagian besar dari jamaah yang tadinya telah berdiri dan berjalan keluar mereka serentak duduk berjongkok dan menengadahkan tangan untuk berdoa / mengamini doa Imam tersebut.   Mereka yang sedang berjalan menuruni tangga rumah panggung tersebut pun juga langsung jongkok di atas tangga untuk ikut berdoa.  Cara mereka berdoa dengan jongkok ini mirip dengan cara berdoa orang Indonesia.  Dalam prosesi akhir pemakaman di Jawa, Pak Modin akan mengucapkan doa di depan makam yang diamini oleh para pengantar jenazah ke makam.  Mereka biasanya berdoa sambil berjongkok.    Coba bandingkan dengan perilaku jamaah Sholat Jumat di Indonesia.  Kalau jamaah Sholat Jumat Indonesia, ketika Sholat Jumat selesai dan sudah berdiri atau berjalan meninggalkan masjid lalu mendengar Imam berdoa sebagian besar akan terus saja berjalan meninggalkan masjid. Sementara jamaah yang dari awal ingin berdoa pasti tetap duduk menunggu dan tinggal di masjid / halaman masjid.

Berdoa sambil jongkok. (foto : dokumen pribadi)
Berdoa sambil jongkok. (foto : dokumen pribadi)

*perjalanan dilakukan pada tahun 2012.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s